Uncategorized

FOGIPSI Aceh Gelar Aksi Sosial “Berbagi Berkah, Berbagi Penuh Kasih” di Pidie Jaya

Pidie Jaya, 21 Desember 2025 — Kepedulian dan empati kembali ditunjukkan oleh Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (FOGIPSI) DPW Aceh. Melalui aksi sosial bertajuk “Berbagi Berkah, Berbagi Penuh Kasih”, FOGIPSI Aceh turun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan makanan ( Yg berupa nasi kotak, snack dn air mineral ) bagi warga terdampak banjir di  desa blang awe Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran guru IPS yang tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga berdiri bersama masyarakat dalam situasi darurat akibat bencana alam. Bantuan makanan dibagikan secara langsung kepada warga yang terdampak, sebagai upaya meringankan beban kebutuhan dasar di tengah kondisi sulit.

Respons Cepat atas Musibah Banjir

Ketua DPW FOGIPSI Aceh, Sabriadi, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk respons cepat organisasi terhadap musibah banjir yang melanda Pidie Jaya dan berdampak pada kehidupan banyak keluarga.

“Sebagai pendidik IPS, kami memahami bahwa pembelajaran sejati tidak hanya berhenti pada teori di kelas. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, sudah seharusnya kami hadir dan berbuat nyata. Banjir ini telah mengganggu kehidupan dan kebutuhan pokok warga, dan di situlah kepedulian harus ditunjukkan,” ujar Sabriadi.

Komitmen Sosial Profesi Guru

Aksi pembagian makanan ini mencerminkan komitmen para guru IPS untuk berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Menurut Sabriadi, nilai berbagi dan solidaritas sosial bukan sekadar konsep pembelajaran, melainkan sikap hidup yang harus diwujudkan melalui tindakan.

“Melalui kegiatan ‘Berbagi Berkah, Berbagi Penuh Kasih’, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama. Guru harus mampu menjadi teladan, baik bagi peserta didik maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Kolaborasi Guru IPS di Lapangan

Kegiatan ini melibatkan para guru IPS dari berbagai sekolah di Pidie Jaya yang tergabung dalam FOGIPSI. Dengan semangat gotong royong, para pendidik secara sukarela mengumpulkan, menyiapkan, dan menyalurkan makanan bergizi kepada para korban banjir.

Partisipasi aktif para guru tersebut menjadi bukti kuat bahwa solidaritas dan kepedulian sosial masih tumbuh subur di kalangan pendidik.

Pendidikan Karakter Melalui Aksi Nyata

Sabriadi juga menekankan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang kontekstual. Guru IPS, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kemanusiaan, empati, dan kepekaan sosial melalui contoh nyata di kehidupan sehari-hari.

“Guru IPS tidak hanya mengajarkan struktur sosial dan ekonomi, tetapi juga membimbing masyarakat untuk memiliki hati nurani yang peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Gerakan Sosial yang Berkelanjutan

FOGIPSI Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program-program sosial secara berkelanjutan. Kehadiran FOGIPSI di tengah masyarakat diharapkan tidak bersifat insidental, melainkan menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang konsisten.

“FOGIPSI akan terus berupaya hadir bagi masyarakat, terutama saat mereka membutuhkan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral dan sosial kami sebagai pendidik,” tutup Sabriadi. Melalui aksi “Berbagi Berkah, Berbagi Penuh Kasih”, FOGIPSI Aceh berharap dapat menginspirasi para guru dan organisasi lainnya untuk terus menumbuhkan solidaritas sosial dan memperkuat kepedulian kemanusiaan di tingkat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *